Postingan

Ikhlas

Hari ini, aku mendapatkan pelajaran berharga. Ketika aku harus mengorbankan sesuatu yang sudah hampir kuraih, keikhlasan sangat sulit untuk datang. Menjadikan kekecawaan dalam hatiku menjadi semakin besar dan berat. Seakan aku tak sanggup lagi berdiri menatap langit. Seakan kepalaku tak bisa menghadap melihat cerahnya langit siang ini. Tangisku sulit untuk berhenti. Kekecewaan ini sangat dalam. Bukan orang lain yang memunculkan kecewa ini, tapi diriku sendiri.  Mimpi dan keinginanku itu, sudah ada di genggaman tanganku, tinggal membereskan beberapa hal, aku sudah mendapatkannya. Tapi Tuhan berkata lain. Bahkan diriku sendiri, yang membuang sesuatu di genggamanku itu. Tapi kurasa, memang ini yang harus kujalani, memang inilah jalanku. Terlebih lagi, ada jalan lain untuk ku injak. Banyak kesempatan lain yang masih bisa kujemput.  Terkadang, mengorbankan sesuatu itu memang berat, tapi bisa jadi itu menjadi awal kesempatan dan mimpi baru untuk datang. Jika mereka tak datang, maka ...

Keadaan

Hai, namaku Kiku. Aku hanyalah seseorang yang ingin hidup normal. Tapi ternyata memang banyak hal di dunia ini yang ada di luar kendaliku. Banyak sekali masalah yang datang tak kunjung selesai. Banyak sekali cobaan yang dialami. Orang-orang itu,, sebetulnya apa yang mereka permasalahkan dengan hidupku dan keluargaku. Padahal kami tak pernah sekalipun membenci mereka. Tapi mereka malah membuat kami menderita seperti ini. Mungkin mereka sedang tertawa saat ini. Hati kami betul-betul sakit. Bahkan pikiran dan fisik kami terkena imbasnya. Mereka menggunakan cara-cara kotor untuk membuat kami menderita. Cara yang tak bisa terlihat oleh orang biasa seperti kami. Aku selalu berusaha menjadi orang baik. Walau seseorang membenciku, aku tidak akan pernah sekalipun membencinya. Tapi kami perlu bertahan hidup. Kami tidak membenci, sama sekali tidak. Yang kami lakukan hanyalah memikirkan cara untuk bertahan hidup di situasi saat ini. Awalnya kami biarkan mereka begitu saja, dan kami hanya berdoa. T...

Kendali

Beberapa hari yang lalu, ada pelajaran berharga. Selama ini aku tak menyadari, bahwa banyak orang di sekelilingku yang peduli dan tulus. Saat perasaanku sempat kacau dan pada akhirnya aku tak kuat menanggungnya sendiri, pada akhirnya aku butuh teman bicara untuk mendapatkan ketenangan. Dulu aku tak pernah menyadarinya, aku pikir semua kesedihan yang aku rasakan tak perlu kubagi dengan orang lain. Aku mengganggap itu tidak perlu, tidak akan ada gunanya jika aku ceritakan perasaanku saat sedang kacau. Tapi, ternyata aku salah. Sekarang aku paham bahwa tidak semua kesedihan itu harus disimpan sendiri. Terkadang, melampiaskan kesedihan itu justru membuatku lega, tanpa melihat apakah ada orang lain memberikan solusi atau tidak, tapi beban itu menjadi lebih ringan. Entah kenapa memang demikian. Dan lagi, ada beberapa pelajaran yang aku ambil dari orang-orang di sekitarku akhir-akhir ini. Memikirkan perkataan orang lain hanya akan membuatmu repot sendiri.  Setiap orang itu punya pikiranny...

Home Sick

It's my third month in Semarang in this semester and I feel lonely. The next four days, is Eid Mubarak. But I haven't back home yet.  Sedang berada di fase di mana merasa kesepian dan sendiri. Banyak tugas menjadi tercecer, tidak karuan. Hampir saja lupa tujuanku kuliah. Beberapa hari lagi lebaran, dan aku masih terjebak dengan semua urusanku. Entah kenapa, rasanya selalu ingin menangis karena merasa sendiri. Padahal jarak pulang ke rumah hanya perjalanan dua jam, tapi sudah merasa sangat jauh dan rindu keluarga. Aku ingin pulang. Bisa di rumah untuksatu minggu saja akan sangat mengembalikan semangatku.  Dan lagi, mungkin karena akhir-akhir ini kehidupanku agak runyam. Lebih tepatnya, kehidupan keluargaku. Musibah yang tiada habisnya. Bukan, tapi cobaan yang tiada habisnya. Hampir putus asa dan menjalani kehidupan dengan membiarkan mengalir begitu saja. Dengan kata lain, benar-benar tidak ada motivasi hidup lebih baik. Sudah tidak ada keinginan membara seperti dulu. Seperti as...

Kiku's Insecurities

In this random label, I just want to write down about my feelings a few days ago. While, this time is my mid semester test, but I can't handle my self to write in this personal blog. :(  ............... Kemarin, kau menyadari sesuatu. Bahwa berhati-hati dalam berbicara itu sangat penting. Pikirkanlah perasaan mereka. jadilah lebih baik. Apa kau tak bisa?  Hatimu jadi tak karuan saat ini.  Kamu pikirkan orang lain tapi kamu tak pikirkan perasaanmu. Kenapa kamu seperti itu? He said "don't be a candle, who illuminates the other, but burning itself" Every moment when my mood is down, I always judging myself. "I'm strange, I'm weak, I don't know anything, am i that ugly? why you looked at me like that!", every moment that my friends gave me that look to underestimate me, its really make my mental down. I always think what actually they thinking about me. Am I look like an idiot? or what? why they looked at me like that! I struggle with that. But I kee...

Isak

Di saat kamu merasa alam tidak mendukungmu, ingatlah bahwa setidaknya kamu punya jiwamu sendiri di dalam tubuhmu. Jiwa itu yang mendukungmu sendiri. Kamu harus kuat. Bukan dunia yang mengharuskanmu jadi kuat, tapi kamu sendiri. Dan ingat bahwa kamu tak pernah sendirian. Mungkin saja, itu hanya sekedar perasaanmu. "perasaaan" yang hanya sebuah ilusi. Yang hanya ada di negeri kahyangan, khayalan yang tak berwujud.  Saat merasa dunia tidak adil, biarkanlah. Memang seperti itu dunia. Dunia yang dihinggapi lalat-lalat busuk. Dunia yang dipenuhi manusia-manusia tanpa adab. Setidaknya, makhluk lain tak demikian. Alam itu adil. Ada yang merusak ada yang dirusak, ada yang memperbaiki. Ada yang menyakiti ada yang disakiti, ada yang mengobati. Tapii... ada kalanya obat itu tak ditemukan. Dan, yang harus kamu lakukan hanyalah menerimanya. Terima saja semua yang alam berikan. Terima saja... karena memang itulah kehendak alam untukmu.  Dan, sebenarnya kamu pun adalah bagian dari alam itu s...

Kebenaran?

Apakah sejatinya warna suatu benda itu sama seperti apa yang kita lihat? Pernahkan bertanya demikian? Apakah daun itu murni berwarna hijau?  Pada kenyataannya, daun itu hanya sebagian kecil, sangat kecil, dari seluruh objek yang ada di alam semesta. Di mana setiap objek yang terkena cahaya/ energi, akan menyerap dan memantulkan gelombang. Daun didominasi oleh gelombang infra merah, tapi mata kita tak mampu melihatnya. Maka dari itu, yang dapat kita lihat hanyalah gelombang tampak saja, yaitu kebanyakan hijau. Kalau saja mata kita mampu melihatnya, daun itu warnanya tampak merah.  Tidak selalu yang terlihat oleh mata kita itu adalah suatu kebenaran. Bisa saja itu hanya pantulan gelombang. Atau sekedar ilusi? Entahlah. Yang tak terlihat itu bukan berarti tak ada, tapi bisa jadi karena kita tak mampu melihatnya. Kebenaran itu pun, manusia sendiri yang mendefinisikannya. Sejatinya, apa kebenaran yang hakiki itu? Apakah ada sesuatu di semesta ini yang merupakan suatu kebenaran? ~ju...