Postingan

25 y.o

Satu bulan kurang sehari yang lalu adalah ulang tahunku yang ke-25. Aku masih di tempat kerja yang sama seperti tahun lalu. Beberapa hal berubah ke arah yang lebih baik, beberapa lainnya masih tetap sama. Intuisiku lebih tajam dan pengalaman spiritualku juga bertambah. Tahun ini aku lebih baik dalam mengatur emosi. Banyak refleksi diri dan menggali hal yang salah dalam diriku. Perlahan luka-luka itu mulai terlihat penyebabnya. Aku juga belajar untuk letting go dan let them be. Masih berusaha untuk menerima diri untuk bagian fisik dan kemampuan. Tahun ini mengajarkanku banyak hal tentang kehidupan dan manusia baik di dunia kerja secara profesional maupun manusia secara personal. Semua hal ada konsekuensi dan pelajarannya. Pengalaman bekerja ini benar-benar pengalaman yang sangat berarti dan aku bersyukur. Tahun depan mungkin akan menjadi perjalanan yang lebih menantang. Di samping itu, aku masih sering prokrastinasi. Kadang bangun dari kasur sangat berat. Keadaan keluarga masih up and d...

First Job

 ~ 8 July 2024 ~ That day was such an unpredictable and confusing day. Excitement, worries, anxiousness, gratefulness, and scared at the same time. I was excited because finally I could meet new people and environment but those things also made me worry, anxious, and scared. At that moment, I should define my identity. What kind of person I want to be in very this new environment? I have shown a few of my personality for adjust which energy that match with me. I tend to be cheerful and always happy at first. But, a month later, I found out that I was exhausting for doing that "personality experiment". So, later on, I was more calm than before and tried to accept everything that I had both good and bad side of me. So much happening on that phase. The phase of adjusting and adapt in the new environment.  Underestimate? of course I can see their eyes, voice tone, gesture, and feel their energy. I knew if someone doesn't like me, or someone is underestimate me, or someone is ...

Self Reflection

Mau sedikit cerita. Jadi, beberapa hari terakhir ini, lagi banyak hal yang sedang aku lakukan dan rencanakan. Mulai dari ngerjain project intern disambi kerja, belajar perkodingan untuk persiapan seleksi salah satu pelatihan yang wow banget, lalu ngerjain technical test untuk seleksi intern di tech agency. Nah, prioritasku saat ini adalah bikin desain untuk seleksi intern walaupun dengan insentive yang nggak seberapa itu, tapi aku tetep ngerjain karena ini deadlinenya yang paling deket. Nah,, tapi kok dari kemarin tuh aku dapet ujian. Jadi, hari Minggu sebetulnya aku mau ke perpustakaan Cikini mau belajar, tapi dikasih ujian sama Allah yaitu HP ku jatuh dan LCD nya rusak. Jadi hari itu aku ke tempat service, nggak jadi ke perpus. Akhirnya aku belajar di kos kos an malem, terus aku buka email dan dapet kabar lanjutan seleksi intern yang aku bilang tadi. Aku ngerjain form nya tuh malem, dan setelah isi form itu aku dapet case untuk technical test yang deadlinenya 2 hari. Nah, hari ini ud...

Life Update Lagi

Nggak kerasa udah tahun 2025 dan udah memasuki pertengahan Maret. Saat aku nulis ini, aku sambil dengerin suara hujan lewat Spotify, hahaa. Entah kenapa, seneng aja gitu kalo ada suara hujan, jadi berasa adem. Bulan ini udah masuk bulan ke-9 sejak pertama aku masuk kerja. Bener-bener nggak kerasa ya, udah mau satu tahun aja. Gimana? ada hal baru? kalau ditanya kayak gitu,, jawabannya tentu "ya". Aku banyak belajar hal baru lewat emosi yang baru aku temui di saat kerja. Selama 9 bulan kerja, aku belajar tentang pentingnya batas yang jelas antara personal dan profesional. Saat ada masalah di kantor, contohnya kesalahan aku dalam nyelesaiin tugas, aku harus mengakui kalau aku salah dan minta maaf secukupnya. Setelah itu yaudah move on, karena hidup terus berjalan. Lebih enak kalau dibuat list gitu yaa, hehe. Jadi gini kira-kira hal-hal yang aku pelajari selama 8-9 bulan terakhir: Pasang boundary antara urusan pribadi dan kantor Jangan sembarangan curhat tentang apapun ke orang k...

24 y.o

October 17th, 2024 Little bit late from my birthday, but I want to keep the memory that I've ever had in every year I become more older. So, that I can track my personality growth in the future.  Three days ago, I just turn 24. Yet, still discovering what I want to do in my rest of life. But, this year is different from the last year. Yes, I got my first job in a telecommunication company at Jakarta. I am happy because at least I have my own salary and not being a burden for my dad. But, I got a new question after I got a job and start live as a "real" adult. In the previous year, I kept asking myself about who am I? Still learning about my personality. But, this year is different. I ask to myself, "Am I wrong for following this path?, Is my decision right for my life?" Few things that I questioned myself are my decision for choose this company and field as my first job. The second thing is, I actually bought a bootcamp for UI/UX career, but actually I also alre...

Inspiring Role

Am I be able to live the life that I really want? I am not sure what would going on in the future. Lately, I just saw a lot of celebrities that really inspiring. May be it is sound cringe for someone that hate Korean entertainment industry. But, never mind. I just write what I thought about their career journey.  First, actor Byeon Woo Seok. He is well known as an actor after his role in the movie called 20th Century Girl. It was not really booming at that time, but he started his journey as a big star is started from that movie. Now, in 2024 he really hit the top of his career as an actor for his role as Ryu Sunjae, the male lead in K-drama called Lovely Runner. This role has very big impact for him. Almost all of K-drama lovers fall in love with him, including me. But, let's focus on his career journey instead. He started his career as a model in 20 What I wanted to say is, he is very determined, patience, and never give up. 100 times he being rejected in auditions.  Second ...

The true me

You know what? Actually I identified myself as a silly, temperamental, emotional, childish, patience, and cuddly person at the same time. I become different person in every situation and places, also depend on with who I spending my time. But not always. It also depend on my personal emotions and feeling that day. Confusing, right? Ha ha. My personality changes in every situations. What most people don’t know about me, even my closest friend is the fact that actually I turn into a silly person when I am spending my time at home with my family. I can fill the house with my jokes and humor wich is didn’t come out when I am with my friend or other people outside. I am super happy when my jokes works in front of people and can make them laugh. But it is just work in front of my family. Other than that, my family (parent and siblings) never judged me. I just acted like a fool at home in a funny way. I just want to make them happy and laugh beside our struggle in life. I have never been afra...

23 y.o

Hari ini, usiaku genap menjadi 23 tahun. Kok hidup semakin ruwet aja ya. Di tengah-tengah skripsi-an, masalah hidup malah muncul lagi. Nggak cuma itu, tapi pertarungan sama batin sendiri juga nggak selesai-selesai. Mulai ujian hidup yang tambah berat, ngerasa diri ini emang ditakdirkan buat ngurusin orang lain dalam artian ngerawat orang lain, mikirin hidup orang lain yang sebenernya emang keluarga sendiri, tapi ada momen di mana ngerasa capek banget hidup kayak begini selama bertahun-tahun. Terus ada faktor dari internal diriku sendiri. Mulai dari self comparison, overthinking, insecure, terus akhirnya ngerasa stress sendiri. Tambah usia jadi tambah ujian dan bebannya. Yah, walaupun begitu, goals hidupku masih banyak. Masih banyak yang pengen aku lakuin.  Hari ini juga, aku bersyukur Allah mendekatkan aku sama orang-orang baik. Orang-orang yang sama-sama menganggap teman dan sahabat. Walaupun mungkin suatu saat nanti mereka bakal punya hidup masing-masing, tapi yang paling pent...

Iblis

Jadi, cerita ini adalah bagian dari mimpi selama aku tertidur. Jalan ceritanya cukup rapih, akhirnya kutulis menjadi sebuah cerita yang sangat pendek, walaupun di awal sedikit kabur :) Iblis Di desa itu, di persawahan yang luas, setiap petani memiliki minotaur (banteng setengah manusia) yang membantu mereka memanen padi. Persawahan itu dijaga ketat oleh seorang pria gagah dengan wajah yang tegas. Tini dan kakaknya, Tina yang tersesat di tengah-tengah sibuknya panen padi tersebut sangat ketakutan dengan adanya minotaur yang dimiliki setiap petani. Di tengah ketakutan yang luar biasa, tiba-tiba penjaga wilayah itu datang dan tampak curiga dengan kehadiran dua gadis itu. Tini menjelaskan apa yang membuat mereka berada di persawahan itu dengan penuh rasa takut. Penjaga yang setengah percaya itu mencoba mengerti apa yang dibicarakan Tini. Tini yang ketakutan langsung meminta tolong kepada penjaga untuk membantu mereka keluar dari persawahan itu. “Tolong, hiks… tolong kami… kami takut. Kami...

Lelah

Hari ini, aku bilang sama Allah sambil nangis: "Ya Allah, aku capek.... Capek banget.." Kata itu aja yang bisa menggambarkan perasaanku hari ini. Kayaknya ini udah di ujung banget, nggak kebendung lagi. Udah numpuk banget, akhirnya keluar juga air mata. Nggak tau juga apakah ini ujung, atau masih bakal ada emosi yang numpuk ke depannya. Aku itu rapuh, tapi tetep ditempa sama keadaan kayak gini. Bertahun-tahun lamanya, lebih dari tiga per empat usiaku saat ini. Bahkan sekarang malah lebih berat, mulai dari tiga tahun yang lalu. Bener-bener berat banget buat aku.  Start dari tiga tahun lalu itu, dan hari ini ada di titik capek banget sama keadaan. Lagi dan lagi, di saat kemarin-kemarin udah mulai membaik dan stabil, hari ini malah langsung dibalik lagi. Harus nerima apa yang Allah kasih buat aku saat ini, dalam bentuk apapun termasuk ujian-Nya. Yah, mungkin emang ini ujian yang harus aku hadapi. Walaupun rasanya berat banget, yakin aja kalau bakal berlalu. Bakal sembuh, entah ...

Curhat Dulu (Eps1)

Semester 9, titik yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Dulu, kupikir aku akan menyelesaikan pendidikan ini tepat di semester 8. Ternyata kenyataan berkata lain. Idealis di awal saat memikirkan topik tugas akhir malah menjadi bumerang. Pada akhirnya, tugas yang aku jalani ini berjalan sangat lambat karena banyaknya kekurangan dari diriku sendiri. Dari kemampuanku yang sangat minim itu, banyak masalah muncul. Tapi, sedikit demi sedikit solusi dari masalah yang kuhadapi muncul satu per satu. Semua itu berjalan sangat lambat karena masalah itu merembet ke berbagai hal di dalam diriku. Bingung hingga berakhir pada rasa malas. Satu bulan berlalu sangat cepat tapi progress tugasku sangat amat lambat. Walaupun memang ada masalah di luar tugas yang sedang menimpaku, tapi salahku adalah menjadikan masalah eksternal itu menjadi alasan kemalasanku dan melabeli diriku sendiri dengan sebutan lelah mental. Padahal semua hal yang terjadi atas emosi dalam diriku berada di bawah kendaliku. Entah ...

Buyar

Akhir-akhir ini, aku merasa pergantian waktu sangat cepat. Siang dan malam berganti dengan sangat amat cepat. Tiap pagi, pikiranku berkata "sepertinya matahari baru saja tenggelam, kenapa sudah menampakkan dirinya lagi?" Sedangkan setiap malam yang terlintas di kepalaku adalah "sepertinya matahari baru saja muncul, kenapa sudah menghilang lagi?" Bias seperti itu, kurasakan setiap hari akhir-akhir ini, hingga satu bulan,, ah bukan, bahkan satu tahun terasa begitu singkat. Aku benar-benar ingin segera menyelesaikan tugasku saat ini. Tapi rasanya waktu sangat mengekang. Seakan aku tidak bisa bergerak ke manapun. Kekangan yang sangat menyesakkan itu ditambah dengan tuntutan orang lain, bahkan tututan diri atas diriku sendiri. Ya, diriku sendiri juga lah yang membuatku sesak. Semua itu membuat pikiranku hilang arah, tak terkendali. Pikiranku sibuk kesana-kemari, tidak bisa fokus ke hal yang paling penting dan harus dipikirkan saat ini. Rasanya ingin berteriak sekencang-k...

Gratefulness

Dari sekian banyak manusia, aku didekatkan dengan orang-orang yang membuatku lebih bersyukur akan hidupku. Dari kecil terbiasa merasa hidupku adalah yang paling berat. Semakin hari dan semakin dewasa diriku, mengenal lebih banyak orang yang hidup mereka ternyata tidak lebih baik dariku. Yang tadinya kukira baik-baik saja, ternyata mereka pun merasa hidup mereka berat dan memang sedang tidak baik-baik saja. Semakin mengerti apa arti bersyukur. Hidupku masih jauh lebih baik dari mereka. Memang benar apa kata orang, tidak perlu membandingkan hidupmu dengan hidup orang lain. Tapi terkadang, melihat hidup orang lain itu perlu agar aku bisa lebih bersyukur dan sadar bahwa setiap orang punya lika-liku mereka masing-masing. Memang tidak bisa dibandingkan dan tidak perlu juga membandingkan masalah hidup. Yang perlu adalah menengok sedikit dan menyadari bahwa cobaan hidupku bukanlah satu-satunya yang ada di semesta ini. Semua orang punya cobaan hidup masing-masing.  Hari ini aku lebih bersyu...

Everything is Dinamic

January 9th 2023 ~~ I don't know what to do with my social skill. I'm in countryside right now and I'm really sick of it. There is a program caled KKN in my campus. The thing is, not with the local people, but I don't know what to do with my roomate and my team in this program. It's really hard for me to adapt in this team. Nothing wrong with this team. I'm the one who always overthink about anything. The fact that I naturally always being alone is something I can't deny. I don't know why, but it's hard for me to find at least just one person that really understand me. Someone that fit both with my personality and my thoughts.  February 5th 2023 ~~ Now, I realized that if I accept myself with all of my weaknesses I can adapt in everywhere I went. I just need time to adapt in new place. Sekarang, di minggu ke-5 ternyata bisa nyaman juga di tim ini. Harus disadari bahwa nggak semua hal yang kamu judge di awal itu adalah sesuatu yang mutlak. Nyatanya, s...

Manusia

Memang manusia itu banyak macamnya. Sejauh ini, di perjalanan umurku selama 22 tahun, banyak kutemui orang-orang yang "menarik" haha, bukan, maksudku agak menyebalkan. Katanya anak muda jaman sekarang punya pikiran kritis? open minded ? Noo, nggak semua. Malah aku menjumpai yang sebaliknya. Sebagian besar orang-orang yang kutemui semasa kuliah punya sifat yang tidak banyak kutemui sebelumnya di masa-masa sekolah. Ego setinggi langit, superior, dan yang paling menjengkelkan adalah ngeremehin orang lain yang dia/ mereka anggap lebih rendah darinya. Terutama di bidang akademik. Orang lain yang pengen belajar dan ngerasa nggak bisa malah dibilang goblok . Maaf kalau mungkin kata-kata itu terlalu kasar, tapi memang begitu faktanya. Mereka bahkan tertawa merendahkan, nggak malah ngajarin. Orang-orang kayak gitu nggak kutemuin cuma satu atau dua, tapi banyak di kalangan mahasiswa di sekitarku. Sibuk nyeloteh tentang pentingnya mental health tapi mereka sendiri malah ngejatuhin ment...

22 y.o

I'm 22 y.o now. So, what?? Masih sama,  belum ada sesuatu yang benar-benar berubah kecuali waktu.  Hanya saja, aku lebih bersyukur untuk setiap hari yang kujalani. Tidak muluk-muluk, hanya menjalani yang seharusnya dijalani. Tidak menekan diri sendiri, tetap berjalan dengan tenang dan yakin semua akan selesai dengan baik, walaupun overthinking tetap terkadang "kambuh". Semester 7, memang mulai ada tekanan dari berbagai pihak. Keluarga, teman, bahkan terkadang ada waktu dimana aku merasa tertekan oleh orang-orang sukses di luar sana, dan mulai membandingkan diriku dengan mereka.  Di tahun ini, aku mencoba lebih ikhlas. Ikhlas menerima dan melepaskan. Menerima jalan yang sudah kupilih sendiri dengan segala lika-liku di dalamnya. Melepaskan sesuatu yang pernah membuatku bahagia. Berusaha menikmati hidupku saat ini.  ~salam

Sadar Kembali

Saat-saat yang berat. Saat seperti inilah aku selalu ingat bahwa aku harus kuat, sabar, dan berjuang semampuku. Menjalani setiap hal dengan sebaik mungkin. Walaupun selama bertahun-tahun aku selalu bertanya kenapa hidupku seperti ini. Sempat merasa minder tidak memiliki keluarga dengan kondisi yang normal. Ibu yang sakit sejak aku sangat kecil, sampai lupa bagaimana ibuku ketika masih sehat. Aku punya ibu, tapi aku tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu sejak kurang lebih 18 tahun yang lalu hingga saat ini di umurku yang ke-21. Makan masakan ibu? Aku belum pernah merasakannya seumur hidupku. Namun setidaknya aku yakin di dalam hati kecilnya, ibu tetap menyimpan kasih sayang untukku, walaupun sekecil butiran debu, tapi aku yakin itu. Dulu saat usiaku remaja, sering sekali kudengar pepatah "Surga ada di bawah telapak kaki Ibu", namun aku selalu menyangkalnya, karena bagiku Bapak lah orang tuaku, ayah sekaligus ibu bagiku. Aku yang menjaga dan merawat ibu termasuk meman...

Thoughts

Senangnya teringat masa kecil. Masa dimana tak kenal rasa minder. Tiap hari hanya main, tertawa, dan terkadang menangis karena hal kecil. Saat dimana tak mengerti beban hidup. Punya banyak imajinasi yang seakan nyata.  Hari ini aku menatap awan di langit. Terkadang ada burung terbang bebas. Humm, betapa bebasnya burung itu. Aku juga ingin terbang menembus awan. Merasakan bebasnya udara di atas sana. Tak ingin terlihat orang lain.  Sayangnya, pikiranku tak sebebas itu. Selalu saja memikirkan banyak hal dengan semua tuntutan yang ada. Aku belum menemukan diriku.

Ikhlas

Hari ini, aku mendapatkan pelajaran berharga. Ketika aku harus mengorbankan sesuatu yang sudah hampir kuraih, keikhlasan sangat sulit untuk datang. Menjadikan kekecawaan dalam hatiku menjadi semakin besar dan berat. Seakan aku tak sanggup lagi berdiri menatap langit. Seakan kepalaku tak bisa menghadap melihat cerahnya langit siang ini. Tangisku sulit untuk berhenti. Kekecewaan ini sangat dalam. Bukan orang lain yang memunculkan kecewa ini, tapi diriku sendiri.  Mimpi dan keinginanku itu, sudah ada di genggaman tanganku, tinggal membereskan beberapa hal, aku sudah mendapatkannya. Tapi Tuhan berkata lain. Bahkan diriku sendiri, yang membuang sesuatu di genggamanku itu. Tapi kurasa, memang ini yang harus kujalani, memang inilah jalanku. Terlebih lagi, ada jalan lain untuk ku injak. Banyak kesempatan lain yang masih bisa kujemput.  Terkadang, mengorbankan sesuatu itu memang berat, tapi bisa jadi itu menjadi awal kesempatan dan mimpi baru untuk datang. Jika mereka tak datang, maka ...

Keadaan

Hai, namaku Kiku. Aku hanyalah seseorang yang ingin hidup normal. Tapi ternyata memang banyak hal di dunia ini yang ada di luar kendaliku. Banyak sekali masalah yang datang tak kunjung selesai. Banyak sekali cobaan yang dialami. Orang-orang itu,, sebetulnya apa yang mereka permasalahkan dengan hidupku dan keluargaku. Padahal kami tak pernah sekalipun membenci mereka. Tapi mereka malah membuat kami menderita seperti ini. Mungkin mereka sedang tertawa saat ini. Hati kami betul-betul sakit. Bahkan pikiran dan fisik kami terkena imbasnya. Mereka menggunakan cara-cara kotor untuk membuat kami menderita. Cara yang tak bisa terlihat oleh orang biasa seperti kami. Aku selalu berusaha menjadi orang baik. Walau seseorang membenciku, aku tidak akan pernah sekalipun membencinya. Tapi kami perlu bertahan hidup. Kami tidak membenci, sama sekali tidak. Yang kami lakukan hanyalah memikirkan cara untuk bertahan hidup di situasi saat ini. Awalnya kami biarkan mereka begitu saja, dan kami hanya berdoa. T...